Sebuah Renungan, Obat Hati
Obat Hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi...
Adalah Wali Songo yang mewarisi sebuah pelajaran, yang telah lalu, berharga yang faedahnya akan terus melingkar bersamaan zaman. Pesan yang terkandung didalamnya memuat bermacam keutamaan.
Terutama tentang kehidupan. Sungguh mulia tiada tara perjuangan para wali. Oleh karena kecintaannya terhadap Allah, Rosulullah dan para sahabat yang dimuliakan menjadi sebuah pelipur lara pengisi kehidupan bumi.
Tekad kuat seharusnya bisa terukir dalam jiwa kita. Jiwa yang sekarang hidup dalam dunia ketidakpastian atau bisa jadi dunia pada akhir zaman.
Akhirnya bila tak ada suatu pendirian penuh terhadap penciptanya niscaya akan ada banyak orang-orang yang kebingungan mengenal dirinya sendiri bahkan mengenal Tuhannya pun ia susah.
Penawar terbaik dan terpasti adalah apa yang ditulis oleh wali songo itu. Kesemua baitnya adalah sebuah lautan luas makna kehidupan manusia dibumi.
Karena kedua substansi manusia mendapati dirinya terpenuhi oleh sesuatu yang bisa menjadikannya utuh. Ruh berkaitan dengan hati dan hati akan tergugah bilamana seorang hamba dengan tulus mampu melantunkan Ayat Suci Al-Quran berserta maknanya. Hijaz didalam Alquran mampu meluluhlantakan hati yang kuat.
Kitapun masih ingat ketika Umar Bin Khattab terkejut oleh lantunan seorang adiknya ketika membaca Al-Quran. Begitulah apabila Allah Maha Suci menghendaki seorang untuk mengikuti ajarannya.
Mengetahui bahwa kehidupan hanya sebatas sebuah kilatan semata, ia sebagai sebuah jembatan menuju kepada keabadian meminjam Istilah Rumi. Sejatinya waktu yang tersisa dari sisa yang diberi Allah hendaknya harus menjadi satu kekuatan bagi seseorang untuk selalu berserah diri kepadaNya.
Perenungan sambil membaca Al-quran yang paling mengena adalah ketika sepertiga malam tiba pada pelupuk manusia tiba. Hingar bingar yang hilang diganti sepi dan suasana sunyi yang sejuk nan mewangi.
Pintu langit seolah terpancar dalam satu rahasia ikatan antara Tuhan dan hambanya bilamana seorang hamba itu tulus serta dalam melaksanakan ibadahnya.
Memejamkan mata mu terlalu lama terasa membuat dunia serasa cepat berputar. Mumpung kita masih terhindar dari penyesalan hendaknya kita memanfaatkan waktu dengan sebagaimana semestinya.
Sesudah kita kokoh dalam memperkuat diri sendiri, sekarang tiba saatnya bagi kita untuk menguatkan satu sama lain. Solidaritas sosial seperti yang dikata Ibnu Khaldun adalah salah satu jalan penting untuk mencapai kekuatan.
Apakah yang tercerai berai akan dengan mudah menguasai mereka yang bersatu padu menggenggam dunia? Bilamana susah maka kuatkanlah diri yang sudah kokoh terhadap individual lainnya.
Karena terhempas kedunia seorang manusia sudah dipastikan harus menjadi manusia sosial. Dalam urusan agama maka menegakan ajaranNya adalah keharusan. Bila tanpa persatuan maka susahlah kita mendapatkan.
Sesudah itu ialah manusia harus mengingat. Karena manusia tempatnya lupa sudah semestinya sebelum semua terhempas badai biarkanlah kata selalu terurai mengingatNya.
Bila kita sudah pasti melaksanakan hal diatas tersebut Insya Allah kita akan mendapat Ridhanya. Sesudah kita mengelola jiwa kita segeralah kita tahu apa manfaat kita berpuasa.
Lalu untuk mengutuhkan raga yang ditunggangi jiwa adalah puasa sedikit dari banyaknya jawaban yang diwariskan Rosul Allah. Berpuasalah maka kalian akan sehat.
Bila hati sudah terdidik sedikitnya raga pun bisa teratur. Karena diatas segalanya adalah nafsu diatas segalanya. Nafsu yang menunggangi kedua hal tersebut.
Bila hati sudah memenjarakan hal tersebut maka untuk mendidik raga kita akan terasa mudah. Salah satu yang paling efektif untuk menjaga agar nafsu dan syahwat kita adalah puasa. Begitulah Al-Ghazali menuturkan dalam IhyaUlumuddin.
Dalam ilmu ilmiah telah banyak terbukti bila puasa itu menyehatkan. Avicenna adalah benar saat mengatakan bahwa puasa bisa menyembuhkan semua penyakit kronis.
.jpg)